Politik euy!

checkmateMenarik sekali sekarang ini kalau menyimak berita-berita di mass media atau televisi. Bagaimana para pengamat politik mengemukakan hasil analisis dan pendapat mereka. Yang jelas para pengamat pasti mendapat bayaran dan mereka semakin ngetop he..he.. Mengalahkan berita gosip nih..

Terus kita ngapain? Yahhh…sebagai bagian dari masyarakat biasa, kita jadi peggembira saja lah… seumpama menonton permainan sepak bola. Para pengamat boleh ngomong apa saja. Dan penonton mengumpat apa saja. Nyante aja lah… biarkan saja para pemain politik yang berjuang meng-gol-kan tujuannya. Apalagi melihat para caloeg yang gagal lalu stress.. dan akhirnya memenuhi ruangan rumah sakit jiwa. Wah…mau menang tapi tidak siap kalah ya….

Seorang teman berkata, “Bulshit dengan politik”. Saya tanya memangnya kenapa dengan politik mas? Dia tidak menjelaskan secara gamblang malah nambahin kata-katanya dengan “Yah..pokoknya orang-orang politik itu busuk”, umpatnya.
Apakah anda adalah salah satu orang yang “alergi” dengan poltik? Padahal untuk sementara orang politik adalah suatu alat untuk mencapai tujuannya. Dalam politik tidak ada kawan atau lawan yang abadi yang ada adalah tujuan yang abadi.
Kenapa orang masuk atau berprofesi sebagai politikus? Seorang kawan menjawab. Mestinya orang-orang yang mau menjadi politikus itu adalah orang yang sudah mapan secara Pendidikan, Ekonomi dan Keluarganya. Jangan masuk karena tujuan mencari Uang dan Kekuasaan belaka.

Sebenarnya apa sih politik atau sistem politik itu?
Menurut sumber yang saya peroleh,dari http://id.shvoong.com :
“Untuk memahami apa yang disebut dengan sistem politik, dapat di tempuh 2 jalan. Jalan pertama, dengan cara menyepakati bahwa yang di maksud dengan sistem politik ialah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan. Jalan kedua, ialah dengan menguraikan sedemikian rupa tiap kata yang menbentuk istilah sistem politik sehingga sejauh mungkin dapat diterima oleh umum.
Sistem dapat di artikan sebagai suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur dengan keterikatan yang fungsional. Masing- masing kohesif satu sama lain sehingga ketotalitasan unit terjaga untuk eksistensinya. Asal kata politik adalah polis (negara/kota), yang kemudian berkembang menjadi kota dalam berbagai bahasa.
Robert A. Dahl berpendapat bahwa ”Setiap kali kita berhadapan dengan politik, tak dapat tidak kita berhadapan dengan sekelompok manusia yang hidup bersama dalam bentuk suatu asosiasi.” begitupun yang dinyatakan oleh Aristoteles,”pengamatan pertama menunjukan kepada kita bahwa setiap polis/negara ialah asosiasi, dan tiap kita berhadapan dengan politik, kita pasti menemukan adanya hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama; hubungan ini diberi sebutan seperti aturan, kewenangan/ kekuasaan.” Yang membedakan dua rumusan tersebut adalah adanya istilah pesistent pattern (pola yang langgeng).
Setelah di analisa, maka dapat disimpulkan bahwa sistem politik ialah mekanisme seperagkat fungsi dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukan suatu proses yang langgeng. Struktur ialah semua aktivitas yang dapat di observasi/ diidentifikasi dapat menentukna politik itu sendiri.
Menurut Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell Jr. sistem politik dikategorikan sebagai usaha untuk mengadakan pencarian kearah (1) Lingkup yang lebih luas, (2) realisme, (3) persisi/ketepatan, (4) ketertiban dalam teori politik agar hubungn yang terputus antara comparative government dengan political theory dapat ditata kembali. Hal itu cenderung dipengaruhi oleh konsep hukum, ideologi dan lembaga pemerintah.”

***1227839305iklan-politik-partai

Sumber lain http://www.purwakarta.go.id (Asep Supriatna, S.IP) mengatakan :

“Politik, satu terminologi yang pada saat ini sedikit trend, banyak dibicarakan, dan menjadi pusat perhatian beberapa kalangan yang berkepentingan. Menurut beberapa pendapat, politik diartikan sebagai a power, politik adalah kekuasaan, politik selalu diorientasikan pada tujuan pencapaian kekuasaan. Hampir senada dengan pendapat terminologi politik kontemporer tersebut, Miriam Budiardjo dalam bukunya “Dasar-Dasar Ilmu Politik”, memberikan definisi politik sebagai cara, metode, alat, “seni” bagaimana memperoleh kekuasaan, bagaimana menjalankan kekuasaan, serta bagaimana mempertahankan kekuasaan.
Berdasarkan sejarah, politik merupakan ilmu yang paling tua. Politik lahir ketika manusia mengenal hidup bermasyarakat, bersosialisasi, berinteraksi satu sama lain, serta ketika sekelompok manusia mampu mempengaruhi kelompok atau elemen manusia lainnya. Jika demikian adanya, maka politik adalah kodrat, politik merupakan sifat manusia yang terbawa akibat sosial entitasnya. Pada dasarnya politik adalah suci, yaitu untuk kesejahteraan, kemakmuran dam keamanan umat manusia (social welfare). Kekotoran politik muncul ketika proses: “Bagaimana memperoleh kekuasaan, bagaimana menjalankan kekuasaan, serta bagaimana mempertahankan kekuasaan” dan proses-proses tersebut dilaksanakan dengan cara/metode yang salah, kotor, penuh kecurangan dan pengkhianatan.
Politik lahir akibat proses sosial yang dialami sekelompok manusia, sehingga  patronase kehidupan politik masyarakat akan sangat khas dan heterogen antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Masyarakat Eropa akan membentuk patronase kehidupan politik Eropa, masyarakat Asia akan membentuk patronase kehidupan politik Asia yang  berbeda karakternya dengan patronase politik Eropa. Begitu pula dengan masyarakat “Sunda” akan membentuk patronase politik “Sunda” yang bersifat khas, sesuai dengan pola budaya masyarakat yang hidup di “Tatar  Sunda”.
Etos, lebih bersifat abstrak, menyangkut tata nilai dan pola nilai, bersifat psikologis, serta menyangkut pola “semangat” dari suatu masyarakat yang telah terpatron/terbekukan dalam waktu yang cukup lama. Sama halnya dengan politik, etos terbentuk sebagai akibat dari hidup sosial manusia, sebagai hasil dari pergaulan manusia. Etos dapat berupa pola, pranata, peribahasa, ungkapan-ungkapan yang menjadi dasar semangat serta mempengaruhi kehidupan dan perilaku suatu komunitas masyarakat. Sehingga dengan demikian, etos politik dapat diartikan sebagai pola “semangat” dari suatu masyarakat/komunitas tentang kehidupan politiknya serta terbentuk dalam kurun waktu yang cukup lama.”

***

Wah…mikirin politik emang pusing ya? Tapi ada juga yang mengibaratkan seperti masuk ke WC, pertama akan terasa bau dan sebal. Tapi lama kelamaan akan terbiasa.😀

Selamat melaksanakan dan bermain politik untuk pilpres Juli mendatang…2923large

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

8 Responses to Politik euy!

  1. masyarakat berpendapat demikian mungkin karena sudah skeptis sama keadaan bangsa ini

  2. Rudi says:

    Begitulah mas fakta di lapangan. Mari kita isi kehidupan bernegara ini dengan kebaikan sekecil apapun dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dalam keluarga juga politik itu sebenarnya sudah berjalan. Salam.

  3. syifa says:

    apapun yang terjadi, tapi politik itu menyenangkan kok. saat mahasiswa saya berada di organisasi legislatif (DPM) dan pernah membentuk partai mahasiswa sekaligus menjadi tim sukses untuk partai dan calon presiden BEM-nya. adu taktik, perang strategi, menyenangkan sekali…. cuma memang politik praktis memiliki konsekuensi yang besar, apalagi di tingkat pemerintah yang mungkin nantinya melibatkan preman, KKN dan lain sebagainya. secara umum, kita juga sering berpolitik dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Rudi says:

    Syifa, terusin donk bakatnya. Kemaren ga ikutan nyaleg nih???

  5. sungai siak says:

    di mulai dari diri sendiri sama sama
    karena politik dalam setiap nafas kita itu ada jadi yu mari sama sama kita membentuk politik yang bagus

    • Rudi says:

      Setuju mas…Mudah-mudahan pemilu kali ini berlangsung damai. Dan kita sebagai masayarakat akan menilai dan menentukan siapa yang terbaik untuk memimpin negeri ini menurut nurani kita.

  6. syifa says:

    belum kepikiran lagi pak, meski dulu pernah bercita2 jadi aleg🙂 btw, belum di update niy, pak. sibuk nggih?

    • Rudi says:

      Iya..nih mbak Syifa. Blog-nya sudah beralih ke FB he..he… jadi terbengkalai ya….ga pernah di update…. lagian account saya ditangguhkan sama mbah-ya nih…saya juga ga tau nih jadi ga bisa login…😦
      Ok. Salam u keluarga ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s