Narsis?

narcissusSeumur-umur, baru kali ini nama dan foto saya terpampang di koran. Dimuatnya di koran daerah terbesar di Jawa Barat lagi, yaitu PR (13/01/08). Edisi onlinenya ada di http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=52879
Gimana perasaannya? Jujur aja ada sensasi kebanggaan yang mungkin dirasakan oleh orang-orang yang memang ingin terkenal atau dipublikasikan. Orang bisa melakukan hal-hal apa saja untuk terkenal.  Terutama memang di dunia selebriti atau entertainment. Di dunia pendidikan seperti saya, mungkin haya terkenal di kalangan teman-teman atau relasi saja. Butuh publikasi yang terus menerus dan penanaman image atau pencitraan yang kuat untuk tertanam di benak masyarakat. Sepertinya ini juga yang sedang dilakukan oleh para calon-calon anggota legislatif dan presiden. Buktinya, saat ini menjelang pesta demokrasi di bulan April nanti, sepertinya berlomba-lomba agar wajahnya dikenal dan mungkin ‘dicintai’ oleh masyarakat. Tujuannya jelas agar dia terpilih. Ada yang nuduh narsis. Bisa iya bisa tidak.

Kalau iya sifat manusia emang ingin membanggakan dirinya. Tidakkah kita sadar kalau dikeseharian ada yang memuji kita sepertinya hidung kita tambah ‘besar’. Yang tidak mengaku ya terserah saja. Gitu aja kok repot! Yang membedakan adalah kadar atau derajat  gimana cara membanggakan dirinya aja kali ya?

Dari berbagai versi  cerita (yang disini pakai naskah roman karya Ovid yang berjudul ‘Methamorphoses’), kata Narsis berasal dari cerita Yunani. Adalah Narkissos, Narcissi atau lebih banyak dikenal sebagai Narcissus, yakni seorang perempuan (di cerita lain dikatakan Pemuda – EGP deh😀) muda nan rupawan yang tinggal di kota Boetia, Yunani Kuno. Meski ia seorang perempuan, Narcissus gemar berpenampilan seperti anak laki-laki. Hingga suatu hari seorang pemuda bernama Armeinias (cerita lain namanya Echo) menyatakan cintanya kepada Narcissus.

 Alih-alih menerima pernyataan cinta Armeinias, Narcissus malah menghadiahkan sebilah pedang sambil menolak cinta pemuda itu. Pedang tersebut kelak digunakan Armeinias untuk bunuh diri di hadapan Narcissus. Armeinias yang sekarat sakit hati pun berdoa kepada Dewa Nemesis agar suatu hari nanti Narcissus akan merasakan kepedihan yang sama pula; cinta yang ditolak dan menghadapi kematian.

 Doa tersebut kemudian menjadi kutukan bagi Narcissus. Kutukan ini mulai menimpa Narcissus ketika suatu hari ia terpikat dengan seorang pemuda tampan yang dilihatnya di sebuah kolam. Pemuda tersebut begitu memesonakan Narcissus dan membuatnya merasa begitu jatuh cinta, sehingga ia pun betah berhari-hari berada di kolam itu hanya untuk menikmati ketampanan wajah sang pemuda idaman.

Hingga pada akhirnya Narcissus sadar bahwa wajah pemuda tampan itu tak lain adalah bayangan wajahnya sendiri dari pantulan permukaan air kolam. Kian hari Narcissus malah kian terjebak dalam perasaan cinta pada bayangan wajahnya sendiri. Narcissus jadi tak bisa mencintai orang lain selain bayangan dirinya sendiri. Kutukan itu pun berakhir dengan kematian Narcissus yang menusukkan pedang ke perutnya sendiri, cara kematian yang sama seperti Armeinias dulu.

***
Pakar Cerita memberi pesan begini …

…bahwa kisah Narcissus mengandung mitos yang hendak menyampaikan sesuatu pesan dari masa lampau. Dan mitos itu sendiri merupakan cara kebudayaan dalam menjelaskan fenomena kehidupan. Karenanya, alih-alih ikut memandang narsis secara negatif, penafsiran lain dimaksudkan demi menyingkap bagaimana sebenarnya kandungan pesan dalam mitos Narcissus tersebut. Dan untuk mengetahui pesan tersebut, -sang pakar Cerita- mencermati sejumlah simbol yang ada dalam kisah cinta Narcissus, yakni simbol (1) diri sendiri; (2) cinta; dan (3) kematian.
DIRI SENDIRI. Hal ini jelas mengacu pada jati diri manusia yang direpresentasikan oleh si Narcissus. Setiap manusia tentu memiliki jati diri yang mengada dalam dirinya. Yang patut dicatat ialah, jati diri seorang manusia tidaklah hadir dengan sendirinya. Jati diri seorang manusia justru mesti disingkap, dibentuk, dan ditemukan oleh si manusia itu sendiri.
Mengutip gagasan seorang filsuf eksistensialisme Perancis yang berkata ‘man is nothing else but what he makes of himself’. Hingga kelak, kita manusia akan terus menerus mencipta diri ini seperti apa yang kita kehendaki atas diri kita sendiri.
Dalam kata lain, menyoalkan jati diri sama halnya seperti kita mempertanyakan dalam hati ‘siapa diri saya ini sesungguhnya? Untuk mejawab siapa diri kita sesungguhnya tentu tidak sesederhana menunjukkan kartu identitas, menyebutkan tanggal lahir, asal suku, atau agama yang kita anut. Sang Pakar Cerita percaya bahwa pencarian jati diri seorang manusia adalah sebuah proses yang tak bisa cepat-cepat selesai. Ia bak sebuah perjalanan yang kita lakukan demi menemukan jati diri kita sendiri.
CINTA. Tidaklah keliru bila kita hendak mengartikan cinta sebagai sesuatu yang muncul setelah rasa sayang melebur dengan rasa benci dalam satu ikatan ruang dan waktu. Yakni di mana kedua rasa yang saling oposisional tersebut melebur dan memunculkan cercapan rasa yang khas dalam perjalanan rasa. Kedua rasa tersebut merupakan titik tolak penting bagi kemunculan cinta. Dan Narcissus pun dikisahkan telah menemukan cintanya.
Kaitannya dengan diri sendiri, adalah saat kita menemui apa yang kita sayangi dan kita benci dari diri kita sendiri. Mencinta juga menyiratkan bahwa kita selalu dihadapkan pada segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita sebagai seorang manusia. Penemuan kedua hal tersebutlah yang bila kita terima akan melahirkan perasaan cinta akan diri sendiri, sebuah penerimaan akhir nan bijak terhadap segala kekurangan dan kelebihan kita sendiri.
Berangkat dari hal inilah jati diri manusia terus berproses sepanjang hidupnya. Bergulat di antara keburukan dan kebaikan, kekurangan dan kelebihan, rasa sayang dan rasa benci terhadap diri sendiri. dan kita akan terus menerus belajar dari kedua hal itu. Sang Narcissus pun menemukan perjalanan jati dirinya sendiri dengan belajar menemukan cinta – dalam dirinya dan terhadap dirinya sendiri. Maka dengan mencintai diri sendiri, Narcissus akhirnya menerima dan memahami siapa dirinya sendiri.
Simbol terakhir adalah KEMATIAN. Sebuah tragedi agung yang pasti akan kita alami di penghujung nafas nanti. Ya, semua orang pasti mati. Kita memang tidak tahu pasti apa yang bakal terjadi pada diri kita setelah maut menjemput nanti. Tapi di titik inilah jati diri kita sebagai seorang manusia berakhir. Ia merupakan kesimpulan akhir dari perjalanan jati diri kita hidup di dunia. Dan saat maut menjemput nanti, pertanyaan ‘siapa diri kita sesungguhnya’ dapat kita jawab dengan menyimak bagaimana kita menyayangi dan membenci diri kita sendiri semasa hidup. Dan dengan cara itulah Narcissus mati, dengan menemukan dirinya sendiri, yakni dengan satu cara: mencintai dirinya sendiri!

echoandnarcissus

Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang narsisme tidak selalu percaya diri di depan umum, namun bisa juga ditunjukkan dengan suka memfoto diri sendiri.

So, janganlah aneh bin heran kalau yang termasuk golongan  narsisme biasanya adalah seorang model, aktor/aktris (kalangan selebriti gitu), karena mereka sering sekali mendapatkan pujian dan itu menyebabkan mereka merasa percaya diri dan akhirnya berlebihan.

echo20poster20pic

 
Nah..kalau saya merasa bangga dan ngasih tahu teman-teman bahwa saya mejeng di koran, mudah-mudahan aja bukan dalam rangka narsisme. Dan saya jatuh cinta sama keluarga. He..he.. Salam.😉

 

 

 

 

 

O.ya.. nge-Blog termasuk Narsis ga ya? Info-nya baca deh di http://harmanto.blogdetik.com/index.php/archives/115#more-115 atau bahasan lengkap sang Pakar Cerita di  http://cupieed.multiply.com/journal/item/10

Gambar : http://www.geocities.com/medea19777/pan.html dan http://www.latein-pagina.de/ovid/ovid_m3.htm

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

9 Responses to Narsis?

  1. Mey says:

    hehe….
    pertama kali saya masuk koran tahun 1984, alias diwawancara juga soal amik…. seneng, bangga, jadi narsis juga ya pak….. ya iya psti seneng n bangga… Ga papa kan Pak, seperti bapak bilang, asal masih di dalam batas2 normal….Selamet ya pak, Bravo AMIK….Tapi saya sekarang justru bersembunyi… di friendster,dll foto saya ga ada hehe… baru setelah temen2 nanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa teruuuuuuuuus, akhirnya saya templok foto yang kecil….

  2. sh3lcr3w says:

    heee,,,,
    aku sendiri sih mending dibelakang layar aja deh,,,

    UNDERGROUND IS MY LIVE

  3. babeh says:

    hebaaaaaad euy, pernah saya juga tampil dulu di majalah kuncuuuuuuuung, xiixixixixixixix…….., selamat atas prestasi yang dicapai, semoga disusul dengan prestasi prestasi lainnya (hallah, asem banget nih ucapan…, basi kali ya?)

  4. Rudi says:

    @Mey, kadang bikin penasaran sih, jadinya orang pasti ingin tahu orangnya yang mana? Pernah seorang teman ahli ‘breaker’ yang dicintai karena kehebatan karakter suaranya akhirnya mundur dari dunianya karena apa yang di’image’ kan oleh penggemarnya sangat bertolak belakang. He..he.. tantangan juga yah bagi penyiar idola… Eh..omong-omong mana blognya? Apa takut dibilang narsis?😀
    @ sh3lcr3w. Dunia emang panggung sandiwara ya? Sepertinya anda memiling peran jadi sutradara aja atau barangkali jadi sang producer? Dan saya artisnya. Oke. Salam u underground community and peace man… Sssttt.. xfree dimana yah??? he..he..😉
    @babeh, tengkyu. Iraha ngaliwet teh???

  5. Mey says:

    Blognya… hihihi… itulah… ga keurus, jadi malu juga, apalagi sekarang lagi kuliah di STMIK koq blognya “sepi”, jadi ntar dech kalo udah dibagusin, baru dipublikasiin ya Pak..
    Soal penyiar, saya beberapa kali jumpa penggemar… ternyata justru saya yang kaget, ternyata banyak yang suka ngedengarin cerita anak2, dari yang betul2 anak-anak, sampe yang bekas anak2, alias orangtua2nya dan oma2…. jadi kalau menyapa, yach saya sapa dengan nama “adik Rut”, padahal oma2 lho….

  6. Rudi says:

    @Mey. Ditunggu aja rilis blognya. Untuk para penyiar memang sebaiknya ada copy darat juga yah biar lebih akrab. Ok met siaran terus aja ya…

  7. Mey says:

    ok…
    salam dari kak mey…. kita jumpa lagi besok di jam yang sama, jangan lupa. stay tuned di sembilan dua koma lima maestro FM, how sweet the sound…. bye2

  8. agungmsg says:

    Masih untung, semua itu karena terjadi karena telah saya restui… Coba kalo, tidak belum tentu tuh dapat juara…

    Siapa dulu dong Inspirator Pembelajarnya…
    Hayo… Narcis mana : kamu atau aku ?
    Hehehe…

    Selamat dan sukses ya. Jadikan itu titik pijak untuk mengumpulkan prestasi demi prestasi, juga di bidang kehidupan kita yang lain. Merdeka !

    Salam,
    Agung MSG
    http://www.indonesia-aman.info
    http://agungmsg.wordpress.com

  9. rud3m says:

    @Agung. Nuhun ah juragan atas motivasi-nya. Sukses selalu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s