Berat Badan

Beberapa waktu lalu saya kedatangan relasi yang sudah lama tidak ketemu. Karena cuaca di ruangan kerja saya panas (maklum AC lagi ngadat), saya langsung saja suguhkan minuman dingin seraya minta waktu untuk keluar dari ruangan. Kurang lebih lima menit saya kembali ke ruangan saya lirik botol minuman masih utuh. Ketika saya tanya ternyata beliau sedang shaum. “Insya Alloh kang, numawi pareng“, katanya. “Sareng efekna nuju ngirangan berat badan”, tambahnya.

Sepulang rekan saya, kefikiran juga. Saat bulan Ramadhan kemaren, berat badan saya memang turun dua kilo. Tapi tadi pagi berat badan saya kembali “normal” yaitu 80 Kg! Waduh… emang sudah over weight nih. Diledekin juga sama istri saya. “Tahun kemaren perasaan nomor sepatu yang nambah. Sekarang nomor celana. Tahun depan apanya yang nambah?”, sindirnya.

Keinginan saya badan ini sehat dan ideal. Sekarang kerasa rada “arareungap“. Diet ga disiplin. Olahraga jarang. Makan sebelum tidur.

Lengkaplah sudah “penderitaan” saya…Ihik..Ihik…

Berbagai trik dan tips sudah diterapkan, hasilnya masih tetap belum menggembirakan. “Ini mah, pemalas aja ya!” :-@

Menghitung bobot badan

Kekurusan tidak ditentukan hanya dengan melihat keadaan fisiknya. Untuk menentukan kurus-tidaknya tubuh, perlu dilakukan pengukuran.

Parameter yang digunakan, dengan membandingkan bobot dengan tinggi badan. Salah satu metode yang bisa dipakai adalah indeks massa tubuh (IMT).

IMT= BB (kg)/TB2 (m2)

Klafisikasi IMT menurut patokan yang dikeluarkan WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai berikut :

< 6  : underweight berat

16,0 – 16,99 : underweight sedang

17,0 – 18,49 : underweight ringan 18,5 – 22,9 : normal

Metode lain yaitu dengan menghitung bobot badan menggunakan rumus Broca :

Bobot badan ideal (kg) = 90% x {tinggi badan (cm) – 100} x 1 kg

Khusus untuk pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm, digunakan rumus :

Bobot badan ideal (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} x 1 kg

Menurut perhitungan dengan rumus Broca, seseorang dikatakan underweight bila bobot badannya kurang dari 90% bobot badan ideal.

Nah, untuk mencegah kekurusan, pilar paling penting ialah asupan gizi yang cukup dengan komposisi seimbang. Kebutuhan nutrisi sehari-hari hendaknya dipenuhi dengan mempertimbangkan kebutuhan basal atau kebutuhan kalori seseorang dalam keadaan istirahat, 12 – 14 jam setelah makan dan berada dalam suasana ruang serta suhu normal.

Secara umum, kebutuhan basal dewasa sehat sekitar 25 – 30 Kalori per kilogram BB (1 Kalori= 1 kilokalori, Red.). Kondisi yang mempengaruhi kebutuhan gizi sehari-hari di antaranya bobot badan, tinggi badan, jenis kelamin, usia, serta aktivitas. Juga perlu diperhatikan, apakah seseorang sedang menderita suatu penyakit.

Kebutuhan nutrisi sehari-hari orang dewasa sehat dengan aktivitas ringan berkisar 25 – 30 Kalori/kg BB, sedang 30 – 35 Kalori/kg BB, dan berat 35 – 40 Kalori/kg BB. Pada seseorang yang tergolong underweight dan sedang dalam proses meningkatkan bobot badan, penambahan 500 Kalori setiap hari akan bermanfaat untuk menambah bobot badan sebanyak 0,5 kg dalam seminggu.

Penambahan kalori hendaknya jangan terlalu agresif, karena bisa berdampak buruk, bahkan fatal karena akan mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Apalagi kalau Anda berbakat mengidap hiperkolesterol (kolesterol tinggi), diabetes, atau tekanan darah tinggi. Tentu hal itu perlu dipertimbangkan secara lebih hati-hati. Jangan sampai gara-gara menambah jumlah kalori, malah terkena penyakit.

Si Kurus hendaknya mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi dari tiga sumber gizi utama yang akan saling melengkapi. Banyaknya karbohidrat 60 – 65% total kalori sehari, 10 – 15% protein, dan 25 – 30% lemak. Kalori yang disumbangkan karbohidrat sama dengan protein, yakni 4 kalori/g. Sedangkan lemak menyumbang dua kali lipat lebih banyak kalori setiap gramnya, dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, yakni 9 kalori/g.

Termasuk kelompok karbohidrat yaitu nasi, kentang, roti, mi, ubi, jagung, singkong. Kelompok protein hewani antara lain daging, unggas, ikan, telur, susu dan yang nabati, kacang-kacangan dan hasil olahannya – misalnya tahu, tempe, dan oncom. Lemak dapat berupa gajih atau minyak dari hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Namun, jangan lupa menambahkan sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral diperlukan untuk metabolisme tubuh, serta mengandung serat dan antioksidan.

Serat makanan selain diperoleh dari buah dan sayuran sebenarnya juga banyak terdapat dalam makanan seperti roti gandum, biji- bijian, sereal, serta kacang-kacangan. Konsumsi serat menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama, meskipun kalori yang dikandungnya relatif rendah. Mengonsumsi banyak makanan berserat juga akan mengambil porsi besar pula dalam komposisi makan. Jadi, bila Anda ingin menaikkan bobot badan, dianjurkan mengonsumsi serat secukupnya saja. Tidak berlebihan.

Seringlah makan

* Frekuensi makan hendaknya sesuai dengan fisiologi tubuh, yakni tiga kali makan besar dan tiga kali makan kecil.

Frekuensi makan yang tinggi bermanfaat bagi mereka yang underweight dan ingin meningkatkan bobot badan. Sebab, dengan ditambahnya jumlah makanan, beban makan lebih terbagi.

Misalnya, pukul 06.30 makan pagi, pukul 09.30 makanan ringan/selingan, pukul 12.30 makan siang, pukul 15.30 makanan ringan/selingan, pukul 18.30 makan malam, dan pukul 21.30 makanan ringan/selingan ringan. Jadwal ini dapat diubah sesuai keadaan dengan interval yang dianjurkan selang tiga jam. Snacks atau makanan ringan dapat dipilih berupa makanan kecil atau makanan cair tinggi kalori.

Kebiasaan makan sehari-hari yang kurang memenuhi gizi seimbang, seperti dilakukan Mia, selayaknya diubah. Caranya, dengan melatih dan mengubah pola makan atau menambah kalori dengan memperkenalkan jenis makanan lain, yang dapat membantu meningkatkan bobot badan.

Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan apabila masalah underweight sudah lama diderita, khususnya bagi mereka yang kekurangan bobot badannya cukup besar dan ada keluhan kurang sehat. Siapa tahu ada gangguan atau penyakit yang mendasari, sehingga mungkin perlu melakukan terapi nutrisi agar pengaturan makanan lebih terarah. Namun, buat Anda yang tetap saja kurus, walaupun berbagai upaya sudah dilakukan, tidak usah berkecil hati. Yang penting sehat dan tetap energik

Sumber :

http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=71&Itemid=3

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Hari Lepas Hari. Bookmark the permalink.

19 Responses to Berat Badan

  1. Ifoel says:

    berarti kita sama bang….
    jadi g pede kalo mdelnya kaya gini..
    iya g..??

  2. agungmsg says:

    Kita tahu apa yang harus kita lakukan, namun hehe… biasa tuh.. kita sering kali tidak melakukan apa yang kita tahu.,,

    Perut seorang pembelajar memang suka melar..
    (duduk, dan baca melulu sih…)

    Salam sadar,
    http://agungmsg.wordpress.com

  3. rudem says:

    @Ifoel. He..he.. Bang Ifoel termasuk orang yang “sedikit besar” juga gitu? PD aja bang. Kita nikmati aja ‘kebesaran’ ini yah. Dulu saya ‘pengurus’ sekarang jadi ‘pembesar’.😀
    @Agung. Hi..hi.. saingan jeung dr. Hendi euy. Omong-omong ente iraha rek ‘montok’ atuh awak teh euy?😉

  4. andisukri says:

    🙂 wh jadi itu rumusnya untuk menghitung berat badan ideal thx mas infonya

  5. mey says:

    Ngomong2 sekitar tahun 1996 setelah melahirkan anak ke 3… badan saya bener2 melaaaaar, sampe orang2 bilang apa bedanya kamu sama balon….
    bah, saya bertekad, wah ga boleh dong, ntar bukan mey2 lagi kalo gini…
    Perjuangan dimulai…
    saya melanjutkan aerobic, Body languange, n lari tiap pagi sekitar 3 km,….. senin ampe jumat, sabtu minggu mengistirahatkan otot2..
    sya ngajak teman2 dan buka sanggar senam, karena dengan mengajar saya termotivasi untuk memperbaiki bentuk tubuh dan disiplin….
    perjuangan yang berat, kadang dalam 1 hari saya ngajar 4 kelas sekaligus…
    bagi saya diet itu pantang karena masih harus memberi ASI ke anak saya….
    alhasil…… hehehe dalam waktu 8 bulan, sya berhasil nurunin 6 kg, kemudian berangsur 3 kg di tahun berikutnya dan di tahun 2000 total menurunkan berat badan 11 kg, tampa diet…… bener2 olah raga…
    kemudian saya detox pakai sari apel dan wortel supaya membuang racun dan kelebihan lemak..
    sekarang memang badannya lebih gemuk dibanding waktu masih gadis, hehehe,,, maklum ya anak udah 3, tapi…. karena olahraga, tubuh rasanya bugar..
    hidup olah raga… hidup mey2…. ayo pak Rudi semangat…

  6. mey says:

    oh ya,,, nambahin tips buat yang kebetulan baca dan ingin melangsingkan tubuhnya..
    minum air putih yang banyak terutama pagi saat bangun tidur dan sehabis berolahraga….
    (Waktu itu saya jadi testimoni untuk iklan aqua, karena ternyata minum air putih bisa membuang lemak dan racun, dan saya telahh berhasil)
    jangan putus asa dan mencari jalan pintas obat pelangsing, itu amat sangat berbahaya..
    hindari makanan berlemak, jus, buah, sayuran segar dan dikukus yang terbaik…
    motivasi paling penting, ajak beberapa teman yang mempunyai keinginan yang sama…
    jangan beli celana dengan ukuran yang longgar, karena membuat kita terlena, cari satu nomer yang lebih kecil, pajang di rumah, mimpikan akan dipakai dalam waktu sekian bulan…
    DISPLIN, itu yang utama..
    saya udah mencoba dan berhasil…..
    met berjuang….

  7. rudi says:

    @AndiSukri, sama-sama mas. Trims atas kunjungannya. Emang punya masalah ya dengan berat badannya? “Pengurus” atau “Pembesar” nih? ;-D

  8. rudi says:

    @ Mbak Mey. Wah..selamat ya. Sekarang emang kelihatan enerjik banget dan semangat terus ya. Itu dia mbak, disiplin-nya sangat longgar. Terkadang kalau ngajak jalan anak-anak makan di luar, pasti deh jadi tukang ‘ngeberesin’ makanan. He..he.. soalnya sayang juga dah dibeli mahal-mahal dibuang ya.

  9. mey says:

    setelah membaca tulisan saya… wah ada sesuatu yang ga enak, ….
    BAH, SAYA BERTEKAD
    ooops maaf harusnya NAH, SAYA BERTEKAD… rasanya duh kasar sekali… maaf untuk para pembaca atas salah ketik …

  10. rudi says:

    He..He.. Ga pa-pa mbak. Malahan saya kira itu ungkapan wong Medan untuk memicu semangat. “Gimana ini, berat badan aku ga turun-turun Bah!…😀

  11. Mey says:

    Itulah kalo ngetik cepet dan terlalu semangat… untung dibawca nah kan salah lagi untung di baca…
    ntar saya bawain foto saya lagi jadi balon… bukan hasil rekayasa PhotoShop lho…
    supaya Pak Rudy semangat..
    dan ada juga buku untuk detox yang udah saya share ke beberapa orang dan berhasil..

  12. witart says:

    Oom Rudy, emangnya perutnya kenapa ?

  13. rudem says:

    @ P.Witart. Wah..si Bos mampir nih. He..he.. perutnya udah ngganjel bos. Kalo jongkok serasa bawa bantal. Saingan ga ya sama bos???

  14. Rini says:

    Dulu langsing ya..
    Tapi ga apa-apa kelas berat, malah kaya penggede

  15. Rini says:

    Dulu kan masih Lotus 123
    Thanks, saya dikasih 90.

  16. Rini says:

    wah beneran? Kata org nilai 100 cuma buat dosennya aja. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s