MERDEKA! atau MERDEKA?

Apa yang harus kita lakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke-63 ini? Bagaimana jiwa Patriotisme di kalangan generasi muda kita saat ini?
Mengamati sepintas, ternyata di jalanan banyak para pemuda-pemudi yang mengaku dari Panitia HUT RI yang minta sumbangan dengan alasan untuk menambah biaya penyelenggaraan panggung malam keseniannya. Jadi menurut mereka perjuangan mencari dana untuk peringatan merupakan salah satu cara mengisi Kemerdekaan ini. Dengan membuat kemeriahan, gegap gempita dan kegembiraanlah kita mengenang perjuangan ini.
Membaca pendapat dan pemikiran para politikus bisa saja dianggap hanya retorika belaka.
Kita sepakat memang kita harus menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dan negara. Harus cinta tanah air. Rela berkorban demi kepentingan negara bukan untuk kelompok dan pribadi.

Aplikasinya? Masih tanda tanya besar. Betapa tidak. Di lapangan kita melihat para pengemis, pengamen di setiap perempatan jalan. Masyarakat yang menjerit karena susah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari urusan dapur sampai biaya sekolah anak-anak.

Berita sangat beragam. Gegap gempita tentang pemberantasan Korupsi. Kemelut Pilkada. Kasus-kasus politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan pun sepertinya ga ada habisnya. Tugas para pemimpin negara saat ini memang berat. Bersama kita bisa. Itu kata Presiden kita. Jadi gimana dong?

Kita sudah merdeka belum sih? Merdeka atau Mati? (Pengennya sih merdeka sambil hidup makmur dan panjang umur he.he.). So, mari jalankan saja hari lepas hari. Kita isi kehidupan di dunia ini dengan profesi masing-masing. Ada Ulama, Umaro, Maling, Koruptor, Politikus, Hakim, Jaksa, Polisi, Tentara, Dokter, Ekonom, Negarawan, Pendidik, Pengusaha, Buruh, Tani, Mahasiswa,  Konglomerat, Orang Melarat, Pemusik, Penyair, Pemulung, Pengemis, Gembel, Psikopat semuanya ada. Mau apa lagi? PR susah…
Tanyalah pada rumput yang bergoyang…
Ihik…😦

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Hari Lepas Hari. Bookmark the permalink.

2 Responses to MERDEKA! atau MERDEKA?

  1. Agung MSG says:

    Sungguh Rudi, kini setelah membaca tulisanmu itu, saya jadi bener-bener khawatir…

    Apakah niat kita ini bener-bener sudah merdeka?

    Apakah kita sebagai khalifah di bumi-Nya sudah mendapat pengakuan kemerdekaan dari-Nya?
    Apakah amanat yang kita emban dari-Nya dan amar ma’ruf nahi munkar sudah sepenuhnya kita lakukan dengan cara-cara yang memerdekakan?
    Apakah segala ujian yang kita alami ini diantara kesempitan dan kalapangan telah memerrdekakan niat kita hanya pada-Nya?
    Apakah peran-peran yang kita emban telah menjadikan diri kita merdeka?
    Apakah amal-amal kita akan memerdekan kita di akhir perhitungan-Nya?
    Apakah ikhtiar kita sudah merdeka dari segala ketakutan, kekhawatiran dan godaan halus musuh-musuh-Nya?
    Apakah tanggungjawab yang kita emban sudah mampu memerdekakan kita atas kemudahan dan keringanan pengadilan-Nya?

    Ya Allah, berilah kami nilai, hikmah dan makna atas kemerdekaan hati, kemerdekaan ilmu dan kemerdekaan akal kami dalam hidup kami. Hanya diri-Mu sebaik-baik penolong dan pelindung diriku, keluargaku dan insan-insan pembelajar hikmah-Mu

    Amin…

  2. Rudi Kurniawan says:

    Amin… mudah-mudahan Allah SWT memberkati kita. Badatun Toyibatun warobun ghofur. Iya nih mas… Kesannya pesimistis gitu ya? Kadang kita hanya bisa mengurut dada saja. Kita menjalankan perbaikan belum bisa dengan perbuatan nyata atau dengan kata-kata baru melalui hati saja atau pemikiran-pemikiran saja. Gempur saja melalui cara kita ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s