PSIKOPAT? Hiiii…

Wah baca berita di koran ngeri juga ya. Bayangin aja menurut dr. Widodo Juwarwanto, Sp.A. ( PR, 1/8/08 ) dari Klinik Alergi Anak RS Bunda Jakarta, dari 100 orang dalam masyarakat satu orang adalah Psikopat. Lebih seram lagi, hampir seperlimanya akan berperilaku kriminal sebagai pembunuh, pemerkosa, atau koruptor. Barangkali si Ryan “Jombang” itu termasuk sebagian dari hitungan ini sebagai “monster penjagal manusia”.
Psikopat berasal dari kata “psyche” (jiwa) dan “pathos” (penyakit). Jadi seorang psikopat adalah orang yang mempunyai kelainan pada jiwanya alias sakit jiwa yang sejak jaman ‘baheula’ dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat.
Psikopat juga ternyata lain dengan skizoprenia. Perbedaannya adalah dari tingkat kesadaran atas perbuatannya. Seorang psikopat menyadari sepenuhnya atas apa yang diperbuatnya. Makanya disebut juga “orang gila tanpa gangguan mental”. Busyet deh, jadi bisa dimengerti juga ya Mr. Ryan “Butcher” pada saat mutilasi bisa ‘menikmati perbuatannya’. Uh…kalau saya mah…mungkin takut ‘di-ririwaan’  tah sama si korban teh nya?
Gambaran seorang psikopat hebatnya terlihat sebagai pribadi yang menyenangkan, mempesona, cerdas, impresif dan sangat percaya diri. Kalau itu pria, seolah ‘sang Arjuna’ yang digandrungi kaum hawa. Sebaliknya dalam bayangan saya, kalau itu wanita kategorinya seperti miss Universe kali… Pasti dikerubuti para ‘kumbang’. Apalagi kategori ‘sang mata keranjang’. Hi..hi… 8)

Namun dibalik itu, hiiii.… ternyata menyimpan misteri yang sangat kejam! Masih kata dokter Widodo, berdasarkan penelitian, sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidapnya sulit dideteksi sebab 80% berkeliaran di dunianya daripada yang di penjara atau di RS Jiwa. Jadi mun kitu mah, dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, anu ‘garelo jiwana’ teh aya we meureun kana dua juta jelema tah kategori nu psikopat teh. Uing kaasup teu nya?😡

Apa penyebabnya? Belum ada yang tahu. Banyak teori yang dikemukakan para pakar jiwa. Diantaranya saja dari hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging – pemeriksaan scan pada otak) diketahui secara medis adanya anomali alias penyimpangan pada area eksta-limbik (duka teu ngartots ah!). Selain itu faktor genetik dan lingkungan berperan juga melahirkan karakter psikopat. Stress, kecemasan dan tekanan hidup bisa mengubah perilaku seseorang menjadi brutal. Gara-gara cemburu atau duit ‘cepe’ bisa saling bunuh-bunuhan… Euh…eta mah calo penumpang mobil angkot yang psikopat kali ya…
Bentengnya apa dong? Paling penting adalah membina lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis (mawadah wa rohmah kata pa ustad mah). Menanamkan nilai-nilai agama, etika moral, sosial dan hukum sejak dini serta menjauhkan me-minimalisir kontak dari lingkungan yang dekat dengan perbuatan kriminal seperti kekerasan, pembunuhan, curas dan sejenisnya.

Ini menjadi tantangan tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua dan anggota keluarga!
Pendeknya -bayangan saya- boleh sintimentil tapi tidak cengeng, boleh nakal tapi tidak kriminal.

Sifat manusia tetap misteri. Bukan begitu pak doker?

Waspadalah..waspadalah…

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

One Response to PSIKOPAT? Hiiii…

  1. babeh says:

    hiiiiii, sieueueueueueuennnnnnn…. (*balik kanan nagciiiiirrrr*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s