SIM (bukan) Keliling

 Ngurusin SIM ternyata sekarang gampang dan cepat ya…

Seperti hari Senin, 16 Juni 2008 ybl, saya coba dulu tanya ke layanan SIM keliling, dan dijawab setiap Senin ada layanan di Polres Bandung Barat. Jam 11 san langsung meluncur ke sana, busyet deh…ternyata antrean sudah nomor 75. Mana yang bertugas cuman dua orang lagi dan rata-rata pelayanan memakan waktu 5-10 menit. Wah..kelamaan nunggu. Saat itu baru antrian 25, jadi kemungkinan paling cepet 250 menit lagi baru giliran saya. Empat jam!. Males juga nih. Udah aja ah ke Jl. Jawa di Polwil aja biar lebih cepet. Soalnya yang kerjanya kan banyak😀.

Benar juga saat masuk ke ruangan pemeriksaan kesehatan antrean cuman 2 orang. Jam tangan saya menunjukkan pukul 11.30. Setelah tes tensi dan mata serta buta warna hasilnya ok. Saya emang mau perpanjangan SIM A dan C.

“Dua puluh ribu pak”, kata neng Geulis yang jaga adm. “Sekarang ke loket 1 pak.”

Di loket satu ternyata ngurusin Asuransi dulu, syaratnya KTP Asli dan Copy-nya, SIM Asli, dan hasil Tes Kesehatan. Biaya dua sim Rp. 15.000,- Selanjutnya setelah berkas lengkap serahkan ke loket 2. Untuk sim baru bayar Rp. 75.000, perpanjangan Rp. 60.000. Setelah nunggu kira-kira 10 menit, kocek saya berkurang Rp. 120.000,-

Selanjutnya ke loket 3 ruang Tes Teori dan Praktek. Karena perpanjangan, saya cuman disuruh ngisi data saja setelah nunggu 15 menitan dan selanjutnya ke loket Foto. Disini mesti nunggu agak lama. Jadi saya mampir saja dulu ke kantin. Habis Rp. 12.000,- setengah jam untuk duduk dan makan indomie telor rebus (tanpa pake sayuran lagi), Frutie tambah Kerupuk. Mahal juga ya???

Begitu perut dah ok dan pergi ke ruang foto, duduk lima menit dah dipanggil. Foto dan sidik jari, terus ke loket 7 untuk mengambil hasilnya. Lima menit dua sim dah di dompet. Mampir ke loket asuransi untuk ambil kartu. Jam 13 saya sudah di jalan menuju kantor istri, mau nganter dulu belanja baju ke King. (Wah, tapi dompet sudah berkurang Rp. 175.000,- nih, sisa cepe jigow nih. Ah..istri saya suruh nambahin aja atau bayar sendiri aja ya..Hi..hi…)

Total jendral satu jam setengah, saya ngurus perpanjangan SIM. Jadi Bravo deh buat bapak-bapak Polisi yang sudah melayani masayarakat dengan baik. Dan yang membuat saya senang sekarang tidak ada lagi yang dengan sok akrab menawarkan jasa bantuan alias calo. Emang masih ada sih, buktinya ada yang hanya sepuluh menit dah kelar cukup dengan Rp. 200.000,-. Manstap juga ya…

 Barang siapa mengemudi kendaraan bermotor dan tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) – Pasal 59 (1) UU No. 14/92

Pantes ya..kalau di tilang di jalan lalu ga pake sidang suka diminta dua puluh rebu, ternyata 1% dari dua juta itu deh…😉

Prrrriiiiiit...

Prrrriiiiiit...

About Rudi Kurniawan

Knowledge is power, but character is more.
This entry was posted in Hari Lepas Hari. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s