Jam 5.30 wib. Terbangun karena si kecil nangis….
Uih… di luar hujan jalan pasti banjir lagi nih. Motor baru dicuci kemaren sore kotor lagi deh. Uh… malas juga bagun dari dekapan istriku ;-p. Tapi kerjaan kantor dan jadwal ngajar pagi dah menunggu. Udah ah, jerang air aja, mandi air anget. Tumben juga pagi ini suhu agak menggigit kulit, ga tau berapa derajat nih… Wah…termometer ruangan dimana ya???
Beberapa bulan ini kalau diinget-inget rasanya cuaca udah ‘ga pararuguh’. Masa musim ujan kok panas, di waktu musim panas malahan ada banjir. Yang lebih heran waktu mau periksa gigi, dokter giginya ga praktek. Lagi sakit gigi! hi..hi.. ga nyambung.
Mungkin apa yang terjadi di alam kita ini akibat yang disebut efek ‘pemanasan global’ kali ya. Saya cari info dapat ini nih :
Pemanasan Global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas rumah kaca yang menyelimuti bumi dan memerangkap panas. Kenaikan suhu ini merubah iklim, menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam yang memakan banyak korban.
Apakah yang dimaksud dengan Gas Rumah Kaca (GRK)?
Gas Rumah Kaca (Green House Gases) adalah gas-gas di atmosfir yang memiliki fungsi seperti panel-panel kaca di rumah kaca yang bertugas menangkap energi panas matahari agar tidak
dilepas seluruhnya ke atmosfir kembali. Tanpa gas-gas ini, panas akan hilang ke angkasa dan temperatur rata-rata Bumi dapat menjadi 60?F (33?C) lebih dingin. GRK dapat ditemukan di atmosfir mulai dari permukaan bumi sampai ketinggian 15 km. Lapisan gas rumah kaca sendiri terbentuk di ketinggian 6.2 – 15 km.
GRK yang berdampak terbesar :
• Karbon dioksida (CO2)
• Nitro Oksida (NOx)
• Sulfur Oksida (Sox)
• Metana (CH4)
• Chloroflurocarbon (CFC)
• Hydrofluorocarbon (HFC)
Wuiihh.. serem ya. Ngacirrrrr…
DIarsipkan di bawah: Hari Lepas Hari





