Posted on November 13, 2009 by Rudi Kurniawan
Tulisan judul di atas, bener-bener bikin saya pusing dan harus menunggu sejak April 2009 (sekira 6 bulan) untuk mengetahui jawabannya. Betapa tidak, saya jadi tidak bisa login ke account saya. Setiap kali login saya selalu diberi pesan itu. Segera saya mengirim email ke yang empunya WordPress ini. Satu bulan ga ada jawaban, dan dengan sabar saya kirim kembali. Dihitung-hitung mungkin saya sudah kirim sepuluh email.
Akhirnya email yang ditunggu nongol juga. Ada email yang saya terima tanggal 6 November 2009 dengan judul :
[WordPress #390223]: Writing & Editing – error:Account suspended.
setelah saya buka emailnya berisi begini :
——
from : Mark – WordPress.com <tosreports@wordpress.com>
reply-to : tosreports@wordpress.com
to : rudi226@gmail.com
date : Fri, Nov 6, 2009 at 3:09 AM
subject : [WordPress #390223]: Writing & Editing – error:Account suspended.
mailed-by : wordpress.com
Hi,
I am really sorry for that happening – I cannot see why yet but I can assure you it will not happen again.
The blog is back just as you left it and I very much apologise for the trouble we caused you.
-
Mark
——–
Wah…ini dari konconya mister Matt Mullenweg yang punya WordPress, pikir saya.
Dan setelah saya coba login ternyata bener bisa masuk lagi. He..he…betapa senangnya hatiku…
Okeh… Hatur tengkyu buat Mr. Mark – dan tentu saja buat mister Matt juga sebagai foundernya WP.
Sekarang saya bisa nulis lagi nih…
—
Bos WP.

DIarsipkan di bawah: Lain-lain | Ditandai: Error Suspended | Leave a Comment »
Posted on April 21, 2009 by Rudi Kurniawan
Menarik sekali sekarang ini kalau menyimak berita-berita di mass media atau televisi. Bagaimana para pengamat politik mengemukakan hasil analisis dan pendapat mereka. Yang jelas para pengamat pasti mendapat bayaran dan mereka semakin ngetop he..he.. Mengalahkan berita gosip nih..
Terus kita ngapain? Yahhh…sebagai bagian dari masyarakat biasa, kita jadi peggembira saja lah… seumpama menonton permainan sepak bola. Para pengamat boleh ngomong apa saja. Dan penonton mengumpat apa saja. Nyante aja lah… biarkan saja para pemain politik yang berjuang meng-gol-kan tujuannya. Apalagi melihat para caloeg yang gagal lalu stress.. dan akhirnya memenuhi ruangan rumah sakit jiwa. Wah…mau menang tapi tidak siap kalah ya….
Seorang teman berkata, “Bulshit dengan politik”. Saya tanya memangnya kenapa dengan politik mas? Dia tidak menjelaskan secara gamblang malah nambahin kata-katanya dengan “Yah..pokoknya orang-orang politik itu busuk”, umpatnya.
Apakah anda adalah salah satu orang yang “alergi” dengan poltik? Padahal untuk sementara orang politik adalah suatu alat untuk mencapai tujuannya. Dalam politik tidak ada kawan atau lawan yang abadi yang ada adalah tujuan yang abadi.
Kenapa orang masuk atau berprofesi sebagai politikus? Seorang kawan menjawab. Mestinya orang-orang yang mau menjadi politikus itu adalah orang yang sudah mapan secara Pendidikan, Ekonomi dan Keluarganya. Jangan masuk karena tujuan mencari Uang dan Kekuasaan belaka.
Sebenarnya apa sih politik atau sistem politik itu?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Lain-lain | 8 Komentar »
Posted on Maret 16, 2009 by Rudi Kurniawan
Meriah juga hari pertama Kampanye pesta Demokrasi (Pemilu) di Indonesia nih. Yang jelas bagi saya mesti pintar-pintar cari jalan tikus. Kalau sudah kepotong sudah deh, pasti kejebak macet. Kadang saya suka berfikir apa memang sudah menjadi suatu keharusan kalau kampanye memang harus turun ke jalan? Di undang-undang sudah ada aturannya kali ya? Kalaupun ada cara atau tipe lain mungkin lebih asyik ya, misalnya saja kampanye untuk bakti sosial sambil sunatan masal atau pengobatan gratis…. Atau malah ada kampanye di lapangan sepak bola sambil ada hiburan pertandingan sepakbola dari para bintang dunia…Wah…kayanya meriah ya? Jadi tidak melulu musik (dangdutan) saja yang memang sudah memasyarakat. Bisa juga bersepeda santai sambil kampanye dan ada hadiah-nya beasiswa pendidikan. (Eh…boleh ga ya kampanye pakai hadiah?. Ntar disangka politik money lagi…) Yang jelas saya sebagai warga negara ingin melaksanakan hak pilih saya. Itupun kalau sudah terdaftar, soalnya kok belum ada edaran nih di tempat saya. Kalau nggak terdaftar ya sudah nih jadi Golput kepaksa… Ini curhat saja, lagian dengan menganut sistem multi partai apa tidak tambah terpecah-pecah jumlah suaranya? Di Amerika saja hanya ada dua partai. Lha di negara kita banyak sekali. Sampai pusing juga ngapalin dan lihat gambarnya juga. Alamiahnya setelah pemilu nanti baru terlihat yang eksis siapa. Yahh…kalau emang maunya gitu, rakyat mah ikutan aja… Penggembira dan jadi penonton aja kayaknya. Harapan saya dari hasil Pemilu kali ini akan tersaring Partai yang solid, Para Anggota Dewan yang bersih dan Akhirnya Pemimpin Negara yang Tangguh… Selamat men-CONTRENG pada tanggal 9 April dan 8 Juli 2009 nanti. Dan kalau nanti pilihan kita ga lolos atau melenceng dari harapan. Ga usah Stress, tunggu aja LIMA TAHUN LAGI… Itu-pun kalau kita panjang umur…he..he..

DIarsipkan di bawah: Hari Lepas Hari | 3 Komentar »
Posted on Maret 13, 2009 by Rudi Kurniawan

Masih tentang “uteuk” kita nih…
Setelah baca buku Piece Of Mind-nya Sandy MacGregor jadi tertarik juga nih untuk belajar meningkatkan potensi fikiran luar sadar kita. Dikatakan bahwa ternyata hanya 12% dari kapasitas fikiran kita yang sering kita pakai, sedangkan sisanya yang 88% belum banyak orang yang menggunakannya. Wah…wah..wah… begitu rupanya ya?
Bagaimana otak kita bekerja dalam mengolah informasi ya?
Jaringan otak orang hidup menghasilkan gelombang-gelombang listrik yang berfluktuasi. Pada tahun 1929, Hans Berger, orang Jerman, membuat peralatan untuk mencatat dan mengukur gelombang listrik yang terjadi di otak. Alat ini disebut sebagai ElectroEncephaloGraph atau disingkat EEG. Dengan menempelkan sepasang elektrode di kulit kepala, maka dapat diketahui perbedaan tegangan arus lisrik padanya. Apabila di layar monitor electroencephalograph tidak lagi terlihat adanya gelombang, maka orang tersebut secara medis telah mati, meskipun di bagian tubuh lain masih ada gerakan.
Frekwensi gelombang EEG dihitung dengan jumlah cycles per second atau cps (Hertz-Hz). Setiap bunyi “tut” merupakan satu putaran per-detik-nya dan jumlah putaran per-detik itu menunjukkan keadaan gelombang otak sehingga dapat diukur bagaimana keadaan aktivitas otak kita.
Ada empat keadaan gelombang otak yaitu :
1. Delta
2. Theta
3. Alpha
4. Betha

Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Lain-lain | 6 Komentar »
Posted on Februari 18, 2009 by Rudi Kurniawan
Ini gara-garanya waktu ketinggalan dompet di rumah saat mau pergi ke kantor. Ketahuannya pas lagi mau ngisi bensin. Biasanya full tank, cuman uang darurat yang ada hanya cukup 2 liter lebih. Yahhh… cuma sepuluh ribu-eun…
Omong-omong penyakit lupa, saya juga lupa bagaimana cara mengatasinya. Biasa weee susah ingat gampang lupa tea. Jadinya ga inget apa saja yang mesti dibawa atau disimpan dimana…
Cukup heran juga ya kalau ada yang mengatakan bahwa mengatasi lupa itu harus dengan lupa. Kok bisa gitu ya? Apa karena sudah tua aja kali ya. Tapi ah tidak juga, banyak orang muda juga yang pelupa.
Hanya karena kebiasaan, ini true story…Saya pernah lupa kalau saya ini sudah menikah dan punya istri!
Ceritanya, pada tahun 2000, saya jadi raja sehari. Baru dua minggu saya nikah dan waktu itu kebetulan pulang dari kantor agak sore menjelang magrib. Karena perut minta diisi, saya mampir dulu ke warung sate langganan saya di taman sekitar Gasibu. Setelah menyantap sepuluh tusuk sate kambing plus tambah nasi setengah. Saya pulang ke tempat kos. Santai saja, buka pintu. Agak sedikit heran -dalam hati- kok banyak debu ya… Tidak lama saya berfikir, karena langsung ambil wudlu dan sholat magrib. Ga nyadar kok pakaian pada kemana lagi? Selesai sholat saya rebahan sambil agak ngantuk-ngantuk… Tiba-tiba JRENGGG!!! kebayang wajah seorang gadis…dan Masya Allah baru saya tersadar bahwa saya sekarang sudah punya istri dan sudah menikah!!! Saya mestinya pulang ke rumah mertua di Cimahi. Walah..tanpa ba-bi-bu lagi langsung ngacir… Sesampai rumah tentu saja saya bilang ada lemburan. Istri sedikit ngomel karena ga kasih khabar dulu kalau mau pulang malam. Takut ada apa-apa katanya. Maklum ya masih pengantin baru…Hi.hi.. Waktu itu HP masih barang mahal, telepon yang sedang ngetren pake kartu Chips. Mana sempet telpon ya?
Tapi saya pun suka merasa jengkel kalau saya menagih seseorang karena janjinya misalnya, dengan enteng dijawab wah lupa euy… Sama dong saya juga lupa sudah bikin janji…
***
Berikut ada artikel dari www.indomedia.com : Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Lain-lain | 10 Komentar »