Ga Tau (nama) Warna = Buta Warna???

Sering saat kita mempersiapkan syarat-syarat untuk sekolah atau melamar pekerjaan diminta untuk melampirkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan tidak cacat badan dan buta warna.
Nah…ngomong soal warna, ada yang suka salah pengertian. Contohnya ada seorang teman yang suka bilang bahwa warna daun itu biru atau menyebut air laut kelihatan ‘hejo’. Sama temen yang lain suka dibilangin “eh.. kamu teh buta warna ya?”
Pengalaman saya pada saat tes dokter, disuruh menyebutkan pola angka yang ada pada gambar warna-warni. Read more »

“Kacau-suracau…”

Kelirumonologi Peribahasa

Kemaren malam, 1 Mei 08, sekira pk. 20-han, nemu buku Kelirumonologi-nya Jaya Suprana yang Juragan Jamu Jago itu. Saya baca ternyata mr. Jaya betul-betul orang yang jeli dan wawasannya sangat luas serta orangnya emang bodor.
Maklum aja sudah kaya, badan subur dan sepertinya sangat menikmati hidup ini.
Saya sendiri jadi teringat pada peribahasa kita yang sekarang ini banyak dipelesetkan atau mungkin yang dulu itu keliru ya?
Coba aja :
1. “Guru Kencing berdiri murid kencing berlari” diubah menjadi “Guru kencing sendiri, murid-murid kencing sembunyi-sembunyi” artinya Guru sama Murid ga mau kencing sama-sama.
2. “Sambil nyelam minum air” ini diubah sama Tukul “Sambil nyelam minum kopi Anget” artinya Mumpung ada air panas, cari kopi aja biar enak.
3. “Karena nila setitik rusak susu sebelanga” udah ganti “Ciduk aja nila setitik biar susunya masih bisa diminum” artinya jangan bikin mubazir…
4. “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian” jadi “Berakit-rakit karena banjir, berenang pasti kebasahan” artinya udah ga ada pilihan lagi.
5. “Dimana bumi dipijak, langit mesti dijunjung” sekarang jadi “Dimana bumi dipijak disitu bikin lapak” artinya cari duit di PKL
6. “Mana yang duluan, Telor atau Ayam” ganti aja dengan “Ga Ada Telor ga ada Ayam, pilih gudek atau kereceknya aja, terus perbanyak kuahnya” artinya nikmati aja yang ada (telat datang sih jadi kehabisan).
7. “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui” sekarang “Beberapa kali dayung aja satu pulau belum nyampe” artinya ternyata dalam hidup perlu kerja keras dan usaha ekstra.
Wih..jangan-jangan apa yang saya ajarin sama anak-anak sekarang ini bayak kelirunya juga ya??? :-(

Jampe-jampe Harupat

Sok emut keneh waktos kuring masih janten mahasiswa di Bogor, teras wangsul ka lembur, harita teh pun Aki almarhum -wastana Mas Baom Darmadja- sok manggil. Saurna sok sono nya bari miwarang mencetan salirana. Tah disela-selana, anjeunna sok miwarang ngapalkeun “kalimah-kalimah atanapi jampe-jampe” (Panginten sarupi sareng Jangjawokan kitu?) nu intina mah mun diamalkeun janten matih, tiasa maparin kanugaran saurna teh (wallahualam bishawab). Diantawisna sapertos nu dihandap ieu : Read more »

SIM (bukan) Keliling

 Ngurusin SIM ternyata sekarang gampang dan cepat ya…

Seperti hari Senin, 16 Juni 2008 ybl, saya coba dulu tanya ke layanan SIM keliling, dan dijawab setiap Senin ada layanan di Polres Bandung Barat. Jam 11 san langsung meluncur ke sana, busyet deh…ternyata antrean sudah nomor 75. Mana yang bertugas cuman dua orang lagi dan rata-rata pelayanan memakan waktu 5-10 menit. Wah..kelamaan nunggu. Saat itu baru antrian 25, jadi kemungkinan paling cepet 250 menit lagi baru giliran saya. Empat jam!. Males juga nih. Udah aja ah ke Jl. Jawa di Polwil aja biar lebih cepet. Soalnya yang kerjanya kan banyak :-D.

Benar juga saat masuk ke ruangan pemeriksaan kesehatan antrean cuman 2 orang. Jam tangan saya menunjukkan pukul 11.30. Setelah tes tensi dan mata serta buta warna hasilnya ok. Saya emang mau perpanjangan SIM A dan C.

“Dua puluh ribu pak”, kata neng Geulis yang jaga adm. “Sekarang ke loket 1 pak.” Read more »

Kereta Api

mejeng di Gambir  

Hari Rabu, 14 Mei 2008 saya ditugaskan sendirian untuk ke Jakarta menghadiri acara Grand Launcing LSP Telematika di Gedung Menkominfo Jl. Medan Merdeka Barat. Satu hal yang langsung tersirat dalam benak saya yaitu … walah…teu apal euy dimana tempatna???  Setelah cari info diputuskan pake Kereta Api saja karena lokasinya katanya deket dengan Stasiun Gambir. Ya sudah saya putuskan saja ikut nasihat teman untuk naik kereta. Biasanya emang saya diantar supir tahunya berangkat dan tiba di tempat. Wah…ini

Read more »